Rabu, 01 Januari 2014

Sigmund Freud


Anda tahu siapa Freud? Sigmund Freud adalah salah satu pemikir terkenal dalam sejarah psikologi. Meskipun banyak gagasan dan teori-teorinya tidak diterima secara luas oleh pemikir psikologi modern, ia memainkan peran utama dalam pengembangan ilmu psikologi. Dunia Psikologi tidak hendak membahas teori-teori yang dikembangkan oleh Sigmund Freud, tetapi mengajak pembaca menyimak lebih dalam tentang Freud dalam sepuluh fakta menarik, dimana mengungkapkan tentang sisi kehidupan tokoh berikut ini.
1. Sigmund Freud adalah Anak Tertua dari Delapan Bersaudara
Freud lahir sebagai dengan nama Sigismund Freud Schlomo pada 6 Mei 1856. Jakob Ayahnya yang saat itu berusia 41 tahun adalah seorang pedagang wol yang sudah memiliki dua anak dari pernikahan sebelumnya. Ibu Freud, Amalia, dua puluh tahun lebih muda dari suaminya. Kegagalan bisnis ayahnya memaksa keluarga Freud untuk pindah dari rumah mereka di Freiberg ke Wina, Austria.

Freud adalah anak kesayangan Ibunya (Amalia). Sikap Amalia inilah yang diyakini Freud sebagai pengaruh besar dalam kesuksesan dirinya. “Orang yang lebih disukai oleh ibunya, mereka lebih mandiri dan optimis dalam kehidupan mereka, yang sering membawa keberhasilan”, kata Freud.
2. Sigmund Freud adalah Pendiri Psikoanalisis
Sigmund FreudFreud adalah seorang penulis yang sangat produktif, menerbitkan lebih dari 320 buku, artikel dan esai. Dari sekian banyak karyanya, Freud menjelaskan “The Interpretation of Dreams” sebagai favorit pribadinya juga memiliki kontribusi paling signifikan untuk memahami pemikiran manusia.
Buku Freud yang terkenal “The Interpretation of Dreams”, yang terbit tahun 1899 merupakan buku yang berisi dasar-dasar teori dan ide yang membentuk psikoanalisis. Pada tahun 1902, Freud membuat diskusi mingguan di rumahnya di Wina. Pertemuan-pertemuan informal yang akhirnya tumbuh menjadiVienna Psychoanalytic Society.
3. Freud adalah Pendukung dan Pengguna Kokain
Sebelum efek berbahaya ditemukan, kokain sering digunakan sebagai analgesik dan euforia. Kokain bahkan digunakan dalam produk rumah tangga umum, termasuk pelega tenggorokan. Freud mengembangkan minat pada efek antidepresan dan potensi kokain, dimana awalnya dianjurkan penggunaannya untuk berbagai tujuan. Setelah mengetahui bahwa efek-sampingnya bersifat adiktif dan berbahaya, kesehatan Freud terganggu sebagai akibat penggunaan kokain secara berlebihan.
4. Sigmund Freud Mengembangkan “Terapi Bicara” (Talk Therapy)
Sigmund Freud Terapi Bicara
Sofa Sigmund Freud yang biasa digunakan untuk Terapi
Sementara banyak dari teori-teori Freud dikritik atau ditolak langsung oleh psikoterapis hari ini, banyak dari mereka masih menggunakan metode psikoanalis Freud, yakni “Terapi Bicara” (Talk Therapy). Terapi bicara memainkan peran utama dalam terapi psikoanalitik dan telah menjadi bagian penting dari banyak teknik terapi yang berkembang saat ini. Menggunakan terapi bicara, seorang terapist mencari pola atau peristiwa penting yang mungkin memainkan peran dalam masalah-masalah yang dihadapi seorang klien. Psikoanalisis percaya bahwa pengalaman masa kecil dan perasaan bawah sadar, pikiran dan motivasi berperan dalam kesehatan mental dan perilaku maladaptif pada manusia.
5. Putri Freud, Anna Freud adalah juga seorang Psikolog terkenal
Sigmund FreudAnna Freud memulai karirnya dipengaruhi oleh teori-teori ayahnya. Hidup dalam bayangan ayahnya, Anna Freud membuat kontribusi penting untuk ilmu psikologi. Dia mendirikan psikoanalisis anak dan merangkum ide tentang mekanisme pertahanan ego (ego’s defense mechanisms) dalam bukunya The Ego and the Mechanisms of Defense (1936).
6. Freud Menjadi seorang Dokter karena ingin menikahi Perempuan yang ia cintai
Sigmund Freud dan Martha BernaysKetika Sigmund Freud berusia 26 tahun, ia jatuh cinta dengan wanita bernama Martha Bernays yang saat itu berusia 21 tahun, mereka bertunangan dua bulan kemudian. Sebagai mahasiswa miskin yang masih tinggal dengan orang tuanya, pekerjaan Freud di laboratorium tidak cukup untuk mendukung keluarga. “My sweet girl, hanya sakit yang aku rasakan ketika begitu tak berdaya untuk membuktikan cintaku padamu,” tulis Freud untuk Martha.
Enam bulan setelah mereka bertemu, Freud akhirnya bertekad mengakhiri karir ilmiahnya dan menjadi dokter untuk membuktikan cintanya kepada Bernays. Ia menghabiskan tiga tahun training di Rumah Sakit Umum Wina, dan jarang melihat tunangannya yang telah pindah ke Jerman. Setelah empat tahun menunggu, Freud dan Bernays menikah pada tanggal 14 September 1886. Keduanya memiliki enam anak.
7. Kutipan terkenal Freud “Sometimes a Cigar Is Just a Cigar”
Sigmund Freud - Sometimes a Cigar Is Just a CigarKutipan terkenal “Sometimes a Cigar Is Just a Cigar”, sering dibahas dan dikaitkan dengan Freud, sebetulnya tidak ada bukti bahwa dia pernah benar-benar mengatakannya. Menurut penulis biografi Freud, Ernst Jones, Freud memang seorang perokok (cerutu) berat, merokok hingga dua puluh batang cerutu perhari. Seseorang pernah bertanya kepada Freud, apakah perilaku merokoknya tersebut mensimbolkan sesuatu (sesuai dengan ide-ide psikoanalisisnya). Freud membantahnya, ya.. psikoanalis terkenalpun menganggap bahwa tidak semua perilaku memiliki arti tersendiri dan simbolis. Tidak ada alasan khusus dan penyebab kenapa Freud merokok, bahwa “Sometimes a Cigar Is Just a Cigar”.
8. Sigmund Freud mengunjungi Amerika Serikat hanya sekali seumur hidupnya
Sigmund FreudTidak seperti ilmuwan-ilmuwan pada umumnya, Sigmund Freud mengunjungi Amerika Serikat hanya sekali dalam hidupnya. Pada tahun 1909, psikolog Amerika, Stanley Hall mengundang Freud untuk berbicara tentang psikoanalisis di Clark University. Awalnya ia menolak tawaran tersebut, namun akhirnya Freud pergi ke Amerika dengan rekan-rekannya Carl Jung dan Sandor Ferenczi.
Setelah bertemu dengan A.A. Brill dan Ernst Jones, menghabiskan beberapa hari di New York sebelum melakukan perjalanan ke Clark University di mana Freud menyampaikan serangkaian ceramah tentang sejarah dan munculnya psikoanalisis. “Saat aku melangkah ke podium, Psikoanalisis tidak lagi produk dari khayalan dan telah menjadi bagian berharga dari perkembangan ilmu pengetahuan” ujar Freud.
9. Sigmund Freud terpaksa meninggalkan Austria karena Nazi
Freud dalam PelarianBersama dengan para pemikir terkenal lainnya, buku-buku Freud dibakar. “Apa kemajuan yang telah kita buat?” kata Freud. “Pada Abad Pertengahan mereka mungkin membakar saya, saat ini mereka puas dengan pembakaran buku-buku saya”. Freud dan putrinya Anna berdua diinterogasi oleh Gestapo sebelum temannyaMarie Bonaparte mampu menyelamatkannya menuju Inggris. Bonaparte juga mencoba untuk menyelamatkan empat adik perempuan Freud, tapi tidak mampu untuk melakukannya. Keempat wanita kemudian meninggal di kamp konsentrasi Nazi.
10. Sigmund Freud melakukan Lebih dari 30 Operasi untuk Mengobati Kanker Mulutnya
Sigmund Freud adalah seorang perokok cerutu berat sepanjang hidupnya. Hal itu menyebabkan dirinya mengidap kanker mulut. Pada tahun 1939, setelah operasi kanker yang ke sekian kalinya, Freud meminta dokter untuk membantu dia melakukan bunuh diri. Dokter memberikan tiga kali dosis morfin dan Freud akhirnya meninggal September 23, 1939.
Referensi:
Grubin, D. (2002). Young Dr. Freud: A film by David Grubin. Devillier Donegan Enterprises.
Wallace, I. (1975). “Dr. Freud Visits America. The People’s Almanac.

Hubungan Ilmu Alamiah Dasar dengan Psikologi

Psikologi adalah studi ilmiah tentang hubungan antara prosesmental, emosi, dan perilaku. Matematika dan psikologi dihubungkan dengan tiga cara utama. Pertama, psikolog kognisi studi matematika, yaitu, perkembangan otak, akuisisi, dan penerapan kemampuan matematika. Kedua, psikolog menyelidiki perasaan orang dan sikap tentang matematika. Ketiga, psikolog menggunakan matematika, terutama statistik, sebagai alat profesional untuk mengukur dan menganalisis temuan-temuan ilmiah mereka.
Psikolog yang bekerja di bidang studi matematika bagaimana manusia dapat memproses informasi, menafsirkan simbol matematika, dan mengembangkan serta menggunakan strategi untuk memecahkan masalah matematika. Sebagai contoh, keterampilan ini sangat penting untuk disebut kata “masalah”, dimana deskripsi tertulis harus diterjemahkan ke dalam persamaan. Kebanyakan siswa menganggap “kata” masalah yang lebih sulit untuk memecahkan daripada jenis lain masalah matematika. Hal ini karena “kata” masalah memerlukan berbagai keterampilan dari otak, termasuk kemampuan untuk membaca dan memahami makna dan konteks dari kata-kata, kemampuan untuk memahami dan menentukan masalah matematika, kemampuan untuk menetapkan simbol matematis untuk variabel tidak diketahui , dan akhirnya, kemampuan untuk menerapkan strategi pemecahan masalah dan menghitung jawaban yang benar.
kognisi Matematika adalah bidang yang sangat penting dalam psikologi. Ini manfaat ilmuwan dan dokter mempelajari otak, dan membantu para pendidik mengembangkan metode pengajaran yang lebih baik untuk matematika. Selain itu, studi yang sangat penting bagi pengembangan “pintar” komputer, jaringan syaraf tiruan, logika fuzzy, robot, dan kecerdasan buatan.
Psikolog juga mempelajari bagaimana orang-orang merasa tentang matematika, karena perasaan seseorang tentang pengaruh subjek kesediaan mereka untuk belajar dan menggunakannya. Misalnya, perbedaan budaya dan gender dalam sikap tentang matematika mempengaruhi nilai tes. Daerah lain menerima banyak perhatian disebut matematika fobia atau kecemasan matematika. Math fobia adalah takut matematika.Orang dengan fobia matematika menjadi sangat tidak nyaman dan cemas ketika dihadapkan dengan tugas-tugas matematika yang mereka dapat mengalami gejala fisik termasuk peningkatan denyut jantung, perut gugup, dan kesulitan bernapas yang mencegah mereka dari berkonsentrasi dan belajar. Perasaan ini telah dilacak ke berbagai sumber, termasuk pengalaman negatif di ruang kelas, citra diri yang buruk, kurangnya apresiasi untuk aplikasi matematika untuk “kehidupan nyata,” dan rasa malu yang mencegah mengajukan pertanyaan.
Penerapannya: Contoh pertama antara psikologi dan matematika adalah bahwa psikolog menggunakan alat-alat matematika dan statistik untuk mengukur dan menganalisa hasil penelitian mereka. Penggunaan ini disebut psikometri dan timbul dari penerapan metode ilmiahdalam psikologi, yaitu, suatu metode sistematis pengumpulan data, pengembangan hipotesis, dan pengujian eksperimental yang dapat digandakan dan diverifikasi oleh ilmuwan lainnya.

Rabu, 25 Desember 2013

PELACURAN


PELACURAN
1.        Pengertian Pelacuran
Pelacuran atau prostitusi merupakan salah satu bentuk penyakit masyarakat yang harus dihentikan penyebarannya, tanpa mengabaikan usaha pencegahan dan peerbaikan. Pelacuran berasal dari bahasa latin pro-stituere atau pro-stauree yang berarti membiarakan diri berbuata zina, melakukan persundalan, pencabulan dan pergendakan. Sedangkan prostitue adalah pelacur atau sundal. Dikenal pula dengan istilah WTS atau wanita tunasusila.
Di banyak negara pelacuran itu dilarang bahkan dikenakan hukuman dan juga dianggap hina oleh segenap masyarakat. Akan tetapi sejak adanya masyarakat anusia pertama kali hingga dunia akan berakhir, pelacuran akan sukar untuk dihilangkan dan sangat sulit untuk diberantas selama manusia masih mempunyai nafsu seks yang lepas kendali kemauan dan hati nurani. Maka timbulnya maslah pelacuran sebagai gejala patologis yaitu sejak adanya penataan relasi seks dan diberlakukannya norma-norma perkawinan.
Dr. Kartini Kartono mengemukakan beberapa definisi pelacuran, yaitu:
a.         Prostitusi adalah bentuk penyimpangan seksual dengan pola organisasi impuls/dorongan seks yang tidak wajar dan tidak terintegrasi dalam bentuk pelampiasan nafsu-nafsu seks tanpa kendali dengan banyak orang, disertai eksploitasi dan komersialisasi seks yang impersoanl tanpa afeksi sifatnya.
b.         Pelacuran merupakan peristiwa penjualan diri (persundalan) dengan jalan memperjualbelikan badan, kehormatan dan kepribadian kepada banyak orang untuk memuaskan nafsu-nafsu seks dengan imbalan pembayaran.
c.         Pelacuran ialah perbuatan perempuanatau laki-laki yang menyerahkan badannya untuk berbuat cabul secara seksual dengan mendapatkan upah.

2.        Kategori Pelacuran
Dengan adanya unsur komesialisasi dan barter seks (perdagangan tukar menukar seks dengan benda bernilai) maka pelacuran merupakan profesi yang paling tua sepanjang sejarah kehidupan manusia. Berikut ini akan disebutkan beberapa kategori pelacuran:
a.         Pengundikan
Pemeliharaan bini tidak resmi atau istri gelap atau perempuan piaraan. Mereka hidup sebagai suami istri tanpa ikatan pernikahan.
b.         Tante Girang atau loose Married Woman
Wanita yang sudah menikah tetapi tetap melakukan hubungan erotik dan seks dengan laki-laki lain baik secara iseng, untuk bersenang-senang, untuk mendapatkan pengalaman seks yang lain maupun secara intensional untuk mendapatkan penghasilan.
c.         Gadis-Gadis Panggilan
Wanita atau gadis biasa yang menyediakan diri untuk dipanggil dan dipekerjakan sebagai prostitue, melalui saluran-saluran tertentu.
d.        Gadis-Gadis Bar Atau B-Girls
Gadis yang bekerja sebagai pelayan bar sekaligus bersedia memberikan pelayanan seks kepada para pengunjung.
e.         Gadis-Gadis Juvenile Delinguent
Gadis muda yang jahat yang didorong oleh keetidakmatangan emosinya dan keterbelakangan intleknya, menjadi sangat pasif dan sugestibel. Sebagai akibatnya, mereka mudah menjadi pecandu minuman keras dan obat-obat bius sehingga mudah tergiur melakukan perbuatan seksual dan pelacuran.
f.          Gadis-Gadis Binal Atau Free Girls
Di Bandung, mereka menyebut bengan “bagong lieur” (babi hutan mabuk). Mereka adalah gadis sekolah atau putus sekolah dengan pendirian yang “brengsek” dan menyebarluaskan kebebasan seks secara ekstreem, untuk mendapatkan kepuasan seksual. Mereka menganjurkan seks bebas dan cinta bebas.
g.         Gadis-Gadis Taksi
Wanita dan gadis panggilan yang ditawarkan dibawa ke tempat “plesiran” dengan taksi.
h.         Penggali Emas Atau Gold Diggers
Wanita dan gadis cantik -ratu cantik- yang pandai merayu dan bermain cinta untuk mengeduk kekayaan orang-orang kaya. Yang diutamakan oleh mereka adalah menggali kekayaan dari para kekasihnya.
i.           Hostes Atau Pramuria
Profesi hostes merupakan bentuk pelacuran halus. Sebab, dilantai-lantai dansa, mereka membiarkan diri dipeluk, dicium, diraba dan lain-lain.
j.           Promiskuitas
Hubungan seks secara bebas dan awut-awutan dengan pria mana saja dan dilakukan dengan banyak pria.

3.        Penyebab Terjadinya Pelacuran
Berlangsungnya perubahan-perubahan sosial yang serba cepat dan perkembangan yang tidak sesuai dengan  kebudayaan, mengakibatkan ketidakmampuan individu untuk menyesuaikan diri yang menimbulkan disharmonisasi, konflik internal dan eksternal, serta disorganisasi dalam masyarakat dan dalam diri. Peristiwa-peristiwa tersebut memudahkan individu mennnggunakan pola-pola responsi/reaksi yang inkonvensional atau   menyimpang dari pola yang berlaku.
Beberapa peristiwa sosial penyebab timbulnya pelacuran antara lain:
a.         Tidak ada undang-undang yang melarang pelacuran.
b.         Adanya keinginan dan dorongan manusisa untuk menyalurkan kebutuhan seks, khususnya di luar nikah.


c.         Komersialisasi dari seks.
Seks dijadikan alat yang jamak untuk tujuan komersialisasi di luar perkawinan.
d.        Dekadensi moral
Merosotnya nilai-nilai susila dan keagamaan pada saat masyarakat mengenyam kesejahteraan hidup.
e.         Semakin besarnya penghinaan orang terhadap martabat kaum wanita dan harkat manusia.

4.        Motif yang Melatarbelakangi Pelacuran
Isi pelacuran atau motif-motif yang melatarbelakangi tumbuhnya pelacuran pada wanita antara lain:
a.         Adanya kecenderungan untuk menghindarkan diri dari kesulitan hidup dan mendapatkan kesenangan melalui cera instan atau pendek.
b.         Ada nafsu-nafsu seks yang abnormal. Histeris dan hyperseks, sehingga tidak merasa puas mengadakan relasi seks dengan satu pria.
c.         Tekanan ekonomi, faktor kemiskinan, ada pertimbangan-pertimbangan ekonomis untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, khususnya dalam usaha mendapatkan status sosial yang lebih baik.
d.        Aspirasi materiil yang tinggi pada wanita dan kesenangan ketamakan terhadap pakaian-pakaian indah serta perhiasan mewah.
e.         Kompensasi terhadap perasaan inferior.
f.          Rasa melit dan ingin tahu gadis-gadis cilik dan anak-anak puber pada masalah seks yang kemudian terjerumus di dunia pelacuran.
g.         Anak-anak gadis yang memberontak otoritas orang tua yang menekankan pada hal tabu dan peraturan seks.
h.         Melakukan hubungan seks sebelum menikah untuk sekedar iseng atau menikmati masa muda. Atau sekedar simbol keberanian telah menjelajahi dunia seks secara nyata.
i.           Gadis-gadis yang terbiasa melihat orang dewasa melakukan seks secara terbuka sehingga ia terkondisikan mentalnya dengan tidakan asusila.
j.           Terbujuk oleh para calo yang menjanjikan pekerjaan yang baik dan gaji yang besar.
k.         Banyaknya stimulasi dalam bentuk film biru, gambar dan bacaan cabul dan lain sebagainya.
l.           Penundaan perkawinan.
m.       Disorganisasi dan disintegrasi dari kehidupan keluarga (broken home atau orang tua tiri.
n.         Mobilitas dari pekerjaan laki-laki yang tidak sempat membawa keluarganya.
o.         Adanya ambisi yang besar untuk mendapatkan status sosial yang tinggi.
p.         Pekerjaan sebagai pelacur tidak memerlukan keterampilan.
q.         Pengalaman-pengalaman traumatis, sehingga muncul kematangan seks yang terlalu dini.
r.          Ajakan teman
s.          Adanya kebutuhan seks yang normal, tetapi tidak dipuaskanoleh pihak suami.
Sedangkan sebab-sebab timbulnya prostitusi pada pihak pria antara lain:
a.       Kebutuhan menyalurkan nafsu seks  tanpa suatu ikatan.
b.      Rasa iseng dan ingin mendapatkan pengalaman relasi seks. Ingin variasi seks.
c.       Istri sedang haid, hamil, atau mengidap penyakit.
d.      Istri gila.
e.       Ditugaskan di tempat jauh.
f.       Cacat jasmani, sehingga merasa malu untuk menikah.
g.      Karena profesinya senagai penjahat.
h.      Tidak puas dengan istrinya.
i.        Tidak perlu bertanggung jawab.

5.        Akibat-akibat Pelacuran
a.       Menimbulkan dan menyebarluaskan penyakit kelamin.
b.      Merusak sendi kehidupan keluarga
c.       Memberikan pengaruh demoralisasi pada lingkungan, khususnya remaja.
d.      Berkorelasi dengan kriminalitas
e.       Merusak sendi-sendi moral, susila, hukum dan agama.

6.        Penanggulangan prostitusi
Usaha untuk mengatasi tunasusila dibagi menjadi 2, yaitu:
a.       Usaha yang bersifat preventif
1)      Penyempurnaan perundang-undangan
2)      Intensifikasi pemberian pendidikan keagamaan dan kerohanian
3)      Menciptakan bermacam-macam kesibukan
4)      Menyelenggarakan pemdidikan seks dan pemahaman nilai kehidupan.
5)      Penyitaan media yang berbau porno

b.      Tindakan yang bersifat represif dan kuratif.
1)      Melalui lokalisasi sering ditafsirkan sebagai legalisasi, orang melakukan pengawasan/kontrol yang ketat
2)      Untuk mengurangi pelacuran, diusahakan melalui rehabilitas dan resosialisasi
3)      Pemberian suntikan dan pengobatan pada interval untuk menjamin kesehatan prostitue dan lingkungan
4)      Melakukan pendekatan kepada keluarga pihak peacur 
5)   Mengikutsertakan ex-WTS (bekas wanita tunasusila) dalam usaha transmigrasi.